Maut Bayangi Pengantar Pizza di Seoul




Pekerjaan sebagai pengantar makanan di Seoul, Korea Selatan (Korsel), berarti bekerja berpacu dengan waktu demi tepatnya waktu pengantaran. Tidak peduli apakah mereka melanggar lalu lintas atau menggunakan trotoar jalan, yang penting target waktu tercapai.

Seperti dikutip dari laman Los Angeles Times, Rabu, 29 Desember 2010, jalan-jalan di Seoul tiap jam selalu dilalui oleh para pengantar makanan dengan menggunakan motor. Mereka terlihat seringkali melanggar lampu merah dan para pejalan kaki mengetahui apa yang harus dilakukan ketika penghantar makanan ini melintas, yaitu minggir.

“Bukan mau saya melanggar lampu merah, tapi ketika kau tahu pelanggan terus mengawasi dan menunggu, sangat sulit untuk tidak melanggar. Jika saya sudah di motor, tekanannya sangat besar dan saya tidak lagi menjadi diri sendiri,” ujar Bang Chang-min, salah seorang penghantar makanan.

Di Korsel, semua jenis makanan diiklankan dengan menyertakan layanan penghantaran cepat. Mulai dari burger, ayam goreng, sampai belanjaan sehari-hari. Para penghantar menggunakan motor dengan kotak besar di belakangnya, bahkan mereka harus rela mengendara dengan satu tangan sementara tangan yang lain membawa barang.

Beberapa restoran pizza memberikan target penghantaran maksimal 30 menit, jika tidak maka pelanggan tidak perlu membayar. Kalau sudah begini, yang menjadi korban adalah petugas penghantar, karena tagihan akan dialamatkan kepadanya.

“Hitungan mundur dimulai saat pesanan diterima, hal ini memberikan tekanan lebih kepada para penghantar yang kebanyakan adalah anak muda,” ujar seorang aktivis pemuda, Kim Young-kyung.

“Perusahaan melatih para pegawai barunya dengan semua metode termasuk melanggar lalu lintas demi ketepatan waktu,” lanjutnya lagi.

Kecepatan tinggi serta tekanan yang terdapat pada pengiriman makanan di Seoul berakibat fatal. Minggu lalu, dilaporkan seorang pengantar pizza berusia 20 tahun tewas tertabrak taksi. Pada hari yang sama, penghantar yang lain terluka tertabrak bis.

Menurut laporan pemerintah, dalam lima tahun terakhir terdapat 4.098 kecelakaan penghantar pizza. Tahun lalu, kecelakaan mencapai 1.395 penghantar pizza. Kebanyakan adalah korban luka, namun angka kematian hingga saat ini telah mencapai angka puluhan.

Pemerintah Korsel mulai melakukan kampanye televisi dan menyebarkan leaflet yang menekankan tingginya angka kecelakaan pada petugas penghantar makanan.

Para aktivis juga telah gencar melakukan kampanye dan protes dengan mengusung poster bertuliskan “Sistem pengiriman 30 menit membunuh manusia.”

Comments