Ads

19 Januari 2011

Inilah Penyebab Deg-degan Saat Main Roller Coaster

Bagikan:



Saat ingin menaiki permainan roller coaster maka detak jantung seseorang secara otomatis akan meningkat, meskipun orang tersebut mengaku dirinya pemberani. Kenapa begitu?

Umumnya tubuh akan bereaksi terhadap ketakutan, stres, kegembiraan dan kecemasan yang merupakan hasil dari respons flight or fight alamiah yang terjadi tanpa disadari.

Reaksi tanpa sadar ini melalui sistem saraf simpatik (bagian dari sistem saraf otonom) untuk mempersiapkan tubuh menghadapi kemungkinan yang mengancam jiwa atau situasi menakutkan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association mengukur respons denyut jantung dari 55 laki-laki dan perempuan sehat yang akan menaiki roller coaster.

Partisipan menggunakan perekam elektrokardiogram mulai dari lima menit sebelum naik hingga lima menit setelah naik.

Didapatkan peningkatan rata-rata 89 denyut per menit sebelum naik dan 155 denyut per menit selama permainan. Peningkatan terbesar terjadi selama awal permainan yang mana tubuh masih beradaptasi dengan situasi yang dirasa mengancamnya.

Seperti dikutip dari Livestrong, peneliti memiliki teori tentang peningkatan detak jantung ini disebabkan oleh respons alami tubuh terhadap rasa takut atau stres emosional. Karenanya seseorang tetap saja deg-degan saat main roller coaster meskipun ia seorang pemberani.

Selain itu tubuh akan bereaksi terhadap ancaman yang dirasakannya dengan cara memompa adrenalin dan sistem saraf pusat yang memiliki sejumlah respons untuk membantu seseorang mengatasi situasi stresnya. Respons yang muncul biasanya peningkatan denyut jantung, tekanan darah, pernapasan dan gula darah.

Kelenjar adrenal terletak di atas kedua ginjal yang berinteraksi dengan kelenjar hipotalamus dan pituitari. Adrenal medula yang merupakan bagian dalam kelenjar adrenal akan melepaskan hormon yang mengontrol bagaimana seseorang mengatasi stresnya, hormon ini disebut dengan adrenal dan noradrenal. Saat hormon ini dikeluarkan biasanya ditandai dengan peningkatan denyut nadi dan tekanan darah.

Peneliti mengungkapkan karena respons jantung menjadi intens saat bermain roller coaster, maka seseorang yang memiliki gangguan jantung harus menjauhi wahana ini atau ia berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jantungnya.

Sumber

0 comments:

Berikan Komentar Anda:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...