Ads

18 Januari 2011

Waspada 4 Jebakan Twitter

Bagikan:

Seiring semakin banyaknya orang menemukan kekuatan Social Networking, lansekap sosial menjadi berantakan dan tak kenal ampun. Sadarilah, dimana dalam semua Twitter static adalah merek Anda. Bagaimana Anda menghindari untuk diabaikan dan deberhentikan karena dianggap hanya sekadar menjadi pengacau Twitter? Anda perlu memperhatikan beberapa hal untuk dihindari dalam mengelola kehadiran Anda di Twitter.



Me, Me, Me!

Tweet terus-menerus tentang apa yang Anda makan dan seberapa sering Anda bersin dalam tiga puluh menit terakhir, dijamin akan menjadi penyebab turunnya follower. Kunci untuk memiliki kehadiran yang baik di Twitter adalah menyeimbangkan Tweet pribadi Anda dengan Tweet yang berinteraksi dengan Follower Anda. Pikirkan bahwa Twitter sebagai cara memadukan bisnis dengan kesenangan.pastinya cukup menarik membiarkan follower mengenal diri Anda sebenarnya dan juga seharusnya informatif, memberikan akses pengikut Anda ke konten yang mereka inginkan.

Insane Follow Friday.

Follow Friday memang menjadi tren tersendiri. Saat hari jumat datang, pastikan Anda memiliki daftar sejumlah user yang ingin Anda gaet untuk menjadi follower. Dalam daftar tersebut sebaiknya terdiri atas user favorit Anda, orang-orang yang memberikan kembali ‘cinta’ mereka, dan Anda pun merasa bangga saat menyarankan orang lain untuk mem-follow user-user favorit tadi. Tapi batasi ‘suggestion’ Anda ke beberapa pengguna, kalau terlalu banyak, follower anda akan merasa terganggu, rasanya sperti menjadi ‘penggaruk punggung’. Demikian pula, jangan membabi buta mem-follow banyak akun dan berharap mereka akan mem-follow-back Anda. Tidak ada kata putus asa karena memiliki rasio yang ti dak seimbang antara ‘following’ dan ‘follower’. Hati-hatilah untuk memilih user macam apa yang ingin Anda kaitkan dengan diri Anda.

Retweeting Everything

Jika Anda me-retweet segala sesuatu yang Anda sukai, maka bersiko membombardir follower Anda dengan informasi yang mereka sudah tahu. Pertimbangkan ini : jika Anda beroperasi dalam niche tertentu, dan banyak dari follower Anda beroperasi dalam niche itu, maka retweeting tweet lain dalam satu niche akan mengacaukan timeline dengan konten salinan. Jika Anda harus me retweet sesuatu, pastikan Anda memiliki alasan yang baik mengapa harus me-retweet dan usahakan untuk memasukkan pandangan (ciri) Anda di dalamnya. Di sisi lain, batasi reTweet Anda, sebaiknya datang dari luar komunitas khas Anda dan pengikut Anda yang terlibat di dalamnya. Tentunya Anda ingin dikenal di Twitter sebagai orang yang membawa konten baru kedalam lingkungan dari pada sebgai penyalin konten semata.

Unnecessary @s

Ketika Anda mendapat mention pertama, akan mudah ‘ditangkap’ pada saat itu juga. Kemudian seseorang akan mulai mengetahui Anda. Sebelum Anda menjawab evaluasi pilihan-pilihan Anda. Pertama Anda perlu memastikan user lain itu bukan sebuah Bot, Periksa profile mereka. Kedua, telaah Tweet History dan Follower mereka. Apakah mereka merupakan sebuah merek yang ingin Anda asosiasikan dengan merek Anda. Jika demikian, berilah mereka mention, namun jangan biarkan pembicaraan melampaui respon yang berbeda (di luar konteks), karena percakapan semacam ini sering menjengkelkan bagi user lain yang membacanya. Jika Anda ingin melanjutkan percakapan, pertimbangkan untuk memberikan direct message ke pengguna lain itu. Jika tidak, saat anda melakukan percakapan panjang melalui feed, follower Anda yang lain akan lebih cepat men-drop (unfollow) Anda lebih cepat dari pada kemampuan Anda untuk me-mention (@mereka).

Lalu di mana Anda sekarang dan akan beranjak kemana?


0 comments:

Berikan Komentar Anda:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...