Sriwijaya FC Tuntut Bantuan Pemda


PALEMBANG, KOMPAS.com - Manajemen Sriwijaya FC (SFC) PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) meminta pemintah kabupaten (Pemkab) dan pemerintah kota (Pemkot) di Sumatra Selatan menepati janji untuk memberikan bantuan dana kepada klub.

Direktur Utama PT SOM H Dodi Reza Alex dihubungi dari Palembang, Minggu (27/12) mengatakan, meskipun bantuan yang diberikan Pemkab/Pemkot itu relatif tidak besar, tapi setidaknya dapat membantu mengatasi krisis keuangan yang dialami SFC saat ini.

"Jika dijumlahkan sekitar Rp 3,5 miliar, dengan rincian Rp 250 juta per kabupaten/kota. Jumlah ini masih kurang, mengingat biaya tim untuk mengarungi satu musim kompetisi lebih kurang Rp 30 miliar," ujar dia.

Dia mengatakan, pada musim kompetisi 2007-2008, ke-14 kabupaten/kota di Sumsel itu telah memberikan bantuan untuk biaya operasional tim, namun pada musim kompetisi 2008-2009 bantuan terhenti tanpa sebab yang jelas.

"Bantuan dari Pemerintah kabupaten di Sumsel ini telah menjadi sumber pemasukan tim pada musim sebelumnya. Namun, entah mengapa jadi terhenti, kami pun akan menanyakan lagi ke masing-masing pemeritah kabupaten dan kota itu," kata putra sulung Gubernur Sumsel ini.

Dia juga meminta jajaran manajemen PT SOM untuk proaktif mencari sumber dana lain, seperti donatur dan sponsor, jika dana dari pemkab dan pemkot di Sumsel ini tidak dapat dimaksimalkan.

"Saya meminta jajaran manajemen untuk mengoptimalkan penghasilan dari usaha perusahaan, seperti penjualan sovenir dan asesoris tim, serta tiket pertandingan," ujar dia.

Dia pun menyatakan, manajemen SFC bertekad tidak tergantung lagi dengan dana bantuan APBD Sumsel di musim depan.

"Hingga saat ini, kami masih mendapat aliran dana dari APBD tapi sudah jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya, dari Rp 15 miliar menjadi hanya Rp 7,5 miliar. Di masa datang dana bantuan ini akan semakin kecil jumlahnya, seiring dengan mandirinya perusahaan," ujar dia.

Sejauh ini, selain mengandalkan bantuan APBD, PT SOM juga mendapatkan bantuan dari BUMN dan BUMD, seperti PT Bukit Asam (PTBA), PT Pusri, Pertamina, dan Bank Sumsel. (ANT)

Comments